+628161890533

[email protected]

Compare Listings

7 Pertimbangan Penting Sebelum Anda Bangun Rumah

7 Pertimbangan Penting Sebelum Anda Bangun Rumah

7 Pertimbangan Penting Sebelum Anda Bangun Rumah

Bangun rumah merupakan salah satu solusi bagi yang ingin memiliki hunian sendiri. Dibandingkan membeli rumah yang sudah siap huni, membangun rumah sendiri dipandang lebih menguntungkan dari segi desain dan fleksibilitas bujet. Membangun rumah pada dasarnya adalah  sebuah proyek: memerlukan manajemen proyek yang berkualitas untuk dapatkan hasil yang memuaskan. Proyek manajemen artinya mengadopsi praktek terbaik, efektif dan efisien dalam alokasi sumberdayanya. Manajemen dengan perencanaan dan pola komunikasi yang baik, menggunakan metode yang teruji keandalannya serta pendekatan yang terintegrasi, didukung oleh teknik yang teruji pula.  Namun, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan agar pembangunan berjalan lancar dan nantinya nyaman ditinggali. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Lokasi Pembangunan Rumah

Jika belum memiliki lahan untuk dibangun rumah, tentu Anda harus mencarinya terlebih dulu sebelum membuat desain rumah. Memang tak ada salahnya membuat desain baru kemudian mencari lahan, tetapi biasanya akan memerlukan biaya yang lebih besar. Karena harus mencari lahan yang sesuai, Anda juga perlu waktu lama sampai menemukannya. Jadi, Anda harus sabar dan jangan hanya mencari dari satu sumber informasi.

Anda bisa juga memanfaatkan jasa periset properti untuk mencari lahan seperti yang Anda inginkan. Selain sesuai dengan desain yang ingin dibuat, pastikan lokasinya strategis, mudah diakses, dan fasilitas publik di sekitarnya lengkap.

(Baca juga : 6 Keuntungan Beli Apartemen Second : Pertimbangan untuk Anda)

2. Pembiayaan Pembangunan

Pembiayaan pembangunan harus sudah direncanakan sejak awal, apakah akan menggunakan 100% dana yang sudah ada atau mengajukan pinjaman. Jika membangun rumah dengan pasangan atau anggota keluarga lainnya, bicarakan pembagian anggaran supaya lebih mudah mengaturnya. Selain itu, siapkan dana untuk detail rumah seperti pagar, tirai, dan ornamen fasad serta perabot bila diperlukan.

3. Kontraktor atau Mandor  Bangunan serta Tim Pekerjanya

Pilihlah kontraktor dan pekerja bangunan yang memiliki keahlian dan pengalaman yang mumpuni. Utamakan mereka yang dapat berkomunikasi dengan baik serta memahami apa yang Anda inginkan dan pikirkan. Jika mereka hanya andal dalam bekerja, tetapi tidak memahami konsep Anda, bisa jadi hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Dapatkan rekomendasi dari teman atau kerabat Anda agar mendapatkan kontraktor, arsitek, atau tukang yang tepat.

4. Buat Dokumen Perencanaan : RAB dan Jadwal Kerja (Gantt Chart)

Dalam hal ini,  membuat dokumen perencanaan biaya (RAB) dan jadwal kerja (Gantt Chart) amatlah  penting. Jangan sekali – kali memulai eksekusi proyek tanpa adanya RAB dan jadwal Gantt Chart yang detail.  Ini akan jadi resep mujarab bagi pembengkakan biaya. Namun, mulailah  dengan tujuan akhir sudah ada di kepala, dengan manajemen waktu dan jadwal kerja yang detail. Sebelum eksekusi lapangan dilakukan, kita sudah harus tahu kapan pondasi dan kolom sudah harus selesai, kapan tukang tembok mulai bekerja, kapan tukang kusen mulai masuk, minggu keberapa  tukang plumbing  akan start, minggu keberapa tukang rangka atap mulai kerja dan seterusnya. Dengan demikian kita bisa mempersiapkan subkon, misalnya pembuat kusen atau orang listrik, dengan lebih cermat. Hingga siap tepat pada waktunya , tanpa penundaan pekerjaan lain dan  memboroskan biaya tukang harian atau menunggu kesiapan material.

5. Konsep Desain Rumah

Bisa jadi Anda telah menyimpan konsep desain rumah idaman Anda selama bertahun- tahun di kepala Anda, Anda dapat membuatnya kemudian membicarakan dan  diserahkan kepada arsitek. Libatkan kontraktor Anda di proses desain ini, agar ada pertimbangan seperti apa realitas di lapangan nanti. Diskusikan dengan mereka mulai dari konsep desain  sampai hal-hal detail yang Anda inginkan pada rumah tersebut.

Buatlah desain rumah yang tak lekang oleh waktu, walaupun Anda belum dapat memperkirakan berapa lama akan tinggal di sana. Rumah dengan desain ini umumnya tahan dalam jangka waktu yang panjang dan tidak memerlukan renovasi besar-besaran dalam waktu dekat. Dengan begitu, Anda dapat menghemat biaya perawatan dan renovasi rumah.

Selain itu, dalam mendesan rumah juga harus memperhatikan aspek kesehatan seperti ventilasi dan sanitasi serta pencahayaan. Jika suatu saat Anda akan menjualnya, aspek ini dapat meningkatkan nilai jual rumah.

(Baca juga : 5 Cara Jual Properti Online untuk Pemula yang Terbukti Efektif )

6. Going to Detail : Siapkan Cetak Biru atau Gambar Arsitek.

Untuk perencanaan tentunya Anda memerlukan ‘blue print’ sebagai komponen utamanya. Bagaimana gagasan dan konsep pembangunan rumah Anda bisa  tertuang dalam cetak biru tersebut. Gambar ini  kemudian disepakati oleh Anda sebagai pemilik proyek dengan kontraktor. Jika gambar kerja dibuat oleh arsitek, kontraktor  perlu dilibatkan dalam proses penggambaranya. Agar rancangan memang realistis untuk dibangun di lapangan.  Demi memenuhi harapan Anda, melakukan perubahan dan koreksi gambar perencanaan, tentunya jauh lebih murah dibanding membongkar jika telah terbangun di lapangan.

Gambar kerja juga mutlak diperlukan dalam membuat perencanaan biaya. Ini penting agar  kemungkinan membengkaknya biaya ditekan sebisa mungkin. Cost effective. Gambar kerja atau biasa disebut gambar arsitek biasanya terdiri dari 3 bagian : Gambar denah, gambar tampak dan gambar potongan. Biaya membuat gambar ini sepadan dengan penghematan yang bisa dilakukan dalam arti mencegah terjadinya bongkar ulang (re-work) yang amat memboroskan waktu dan biaya, salah pesan material dsb. Dengan demikian kita dapat mengetahui dengan pasti  jika kontraktor ‘off track’ karena meleset dari gambar, atau pekerjaan molor karena melar dari jadwal Gantt Chart yang telah dibuat sebelumnya.

Dengan dilakukan perencanaan yang matang, dan dokumen yang siap : RAB, Gantt Chart dan Cetak biru. Kita sudah memiliki komponen penting yang diperlukan agar project bisa ‘on time within budget’ dengan kualitas sesuai harapan kita. Anda sebagai pemilik proyek  adakan rapat satu minggu sekali dengan arsitek dan kontraktor, untuk memastikan implementasi proyek hari per harinya selaras dengan rancangan cetak biru, aligned dengan budget di RAB dan jadwal kerjanya.

7. Minta Agen Properti Anda, Buat Deal dengan Kontraktor Rumah

Agen properti yang kredibel dan mempunyai jaringan luas, pasti memiliki kenalan pembangun (kontraktor) rumah yang bereputasi baik dan bisa dipercaya. Poin ini relevan hanya jika saat ini Anda belum ada rumah untuk dibangun. Dengan kata lain Anda masih mengincar rumah yang mau dibangun. Gunakan agen property yang Anda percaya, untuk sekaligus mengupayakan dapatkan kontrak kerja dengan pembangun (kontraktor) rumah yang bisa dipercaya. Agen property Anda akan bekerja keras untuk Anda : segera deal dan dapatkan komisi untuk property yang akan dibeli, sekaligus dapatkan deal yang bagus dengan kontraktor rumah.

Setelah 7  hal kunci tersebut dipersiapkan, bisa dikatakan Anda telah siap bangun rumah sendiri. Bila belum dapat membangun langsung selesai seperti konsep awal, Anda juga dapat membangun bertahap untuk kemudian diteruskan.

 

 

img

Admin

Related posts

6 Tips Jitu Memiliki Rumah Impian Sebelum Usia 30 Tahun

6 Tips Jitu Memiliki Rumah Impian Sebelum Usia 30 Tahun   Tidak sedikit anak muda yang...

Continue reading

6 Tips Penataan Ruangan Keluarga Minimalis yang Unik Sekaligus Nyaman

6 Tips Penataan Ruangan Keluarga Minimalis yang Unik Sekaligus Nyaman Ruang keluarga merupakan...

Continue reading

6 Keuntungan Beli Apartemen Second : Pertimbangan untuk Anda

6 Keuntungan Beli Apartemen Second :  Pertimbangan untuk Anda Sudah menjadi rahasia umum bahwa di...

Continue reading

Join The Discussion

Mulai chat
1
Hai, Bisa kami bantu?
Hai, bisa kami bantu ?