Terpercaya. Temukan properti impian di lokasi idaman

7 Faktor Penentu Harga Apartemen yang Perlu Anda Tahu Sebelum Membelinya

Harga Apartemen

Unit 7 Faktor Penentu Harga Apartemen yang Perlu Anda Tahu Sebelum Membelinya

Sebelum membeli apa pun, harga selalu menjadi salah satu pertimbangan utama. Tentu saja karena harga dapat menggambarkan kualitas, tak terkecuali untuk tempat tinggal berupa apartemen atau hunian vertikal.

Nah, sebelum Anda memutuskan untuk membeli, tak ada salahnya mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi harga beli apartemen agar bisa mempertimbangkan dengan lebih baik.

Berikut ini beberapa faktor penentu harga sebuah apartemen:

1.   Lokasi dan Keadaan Lingkungan

Lokasi apartemen kondisi lingkungan sekitar apartemen merupakan faktor paling berpengaruh terhadap harga. Contohnya, lingkungan apartemen yang jarang terdampak banjir, jauh dari SUTET atau tempat pembuangan sampah akhir, tentu lebih mahal daripada yang sebaliknya. Selain itu, apartemen yang berada di lingkungan yang baik juga mudah mendapat dukungan bank untuk pembiayaannya.

Untuk konteks di Jakarta misalnya, apartemen berlokasi di tengah kota dengan harga terjangkau, semakin sulit dijumpai saat ini. 52,7 persen apartemen yang tersedia di Jabodetabek masuk dalam ketegori apartemen menengah , atau yang memiliki harga jual Rp 14 juta – Rp 25 juta per meter persegi. Setara dengan Rp 600 juta – Rp 900 juta untuk luasan 36 m2.

Harga Apartemen
credit:craiyon.com

2.   Ukuran dan Tipe Apartemen menentukan Harga Apartemen 

Seperti hunian jenis lainnya, ukuran apartemen juga menentukan harganya. Untuk apartemen tipe studio tentu harganya lebih murah dibandingkan tipe junior 1 bedroom, 2 bedroom, atau juga 3 bedroom. Semakin besar dan semakin bagus tipe apartemen, harganya sudah pasti semakin mahal. Saat ini disinyalir harga jual hunian vertikal yang berlokasi di Jakarta, cenderung stagnan akibat menurunnya kondisi perekonomian serta dampak dari pandemi Covid-19. Merujuk konsultan properti Ferry Salanto, harga jual apartemen stagnan di angka Rp 35 juta per meter persegi. Sementara Colliers Indonesia merilis data bahwa  harga jual apartemen Kuartal I-2018 menyentuh angka Rp 32,9 juta per meter persegi.

(Baca juga : Ingin Bisnis Kontrak Rumah?  Perhatikan Dulu 5 Hal Ini )

3.   Kemudahan Akses Apartemen

Bangunan apartemen yang mudah diakses, dekat dengan jalan raya dan infrastruktur transportasi tentau lebih mahal daripada sebaliknya. Jarak dengan fasilitas publik seperti rumah sakit, perkantoran, perguruan tinggi ternama, pusat perbelanjaan, dan tempat rekreasi juga turut mempengaruhi harga dari  unit yang ada.

4.   Material Bangunan yang Digunakan 

Tak hanya faktor eksternal seperti lokasi dan akses, faktor internal juga mempengaruhi harga hunian vertikal ini. Faktor tersebut ialah material bangunan. Semakin berkualitas materialnya, harganya apartemenpun  akan semakin mahal. Bangunan yang dibuat dengan material impor juga lebih mahal daripada yang menggunakan material lokal.

5.    Penentu Harga Unit Apartemen : Fasilitas yang Disediakan Gedung

Fasilitas setiap apartemen berbeda satu sama lain. Ada apartemen yang dilengkapi dengan fasilitas olahraga dan rekreasi, minimarket, ATM, dan kafe. Ada pula yang hanya menyediakan fasilitas dasar seperti tempat parkir dan taman saja. Perbedaan fasilitas tersebut menjadikan harganya juga berlainan.

(Baca juga: Ingin Mengikuti Lelang Rumah untuk Mendapatkan Hunian Idaman? Perhatikan 6 Hal Ini)

6.   Reputasi Pengembang Mempengaruhi Harga Hunian Vertikal

Reputasi pengembang juga berpengaruh terhadap harga jual unit . Jika pengembang memiliki reputasi yang baik, biasanya harganya lebih tinggi. Apalagi jika dibangun oleh pengembang yang sudah terkenal dalam dunia properti karena hal ini dapat menjadi jaminan kualitas apartemen tersebut.

(Baca juga : 7 Fasilitas yang Menjadi Daya Tarik Sebuah Coworking Space )

7.   Biaya Tambahan di Luar Harga Hunian Vertikal

Harga Apartemen
credit:craiyon.com

Dalam pembelian hunian vertikal, kadang pembeli masih dibebankan biaya tambahan terkait pengurusan dokumen dan tambahan fasilitas yang dibutuhkan. Maka, harga dari  apartemen bisa terlihat lebih murah karena belum termasuk biaya balik nama, pembuatan akta jual beli, proses pembuatan sertifikat, dan pajak pertambahan nilai. Oleh sebab itu, Anda harus bertanya, biaya apa saja yang perlu dikeluarkan di luar harga yang ditawarkan.

Di samping ketujuh penentu harga unit apartemen di atas, dukungan pembiayaan dari bank juga turut mempengaruhi. Apartemen yang bekerja sama dengan bank dalam pembiayaan biasanya lebih murah karena mereka meminta diskon kepada pengembang.

Join The Discussion

One thought on “7 Faktor Penentu Harga Apartemen yang Perlu Anda Tahu Sebelum Membelinya”

  • hannyzora

    Bagaimana tips agar cepat dalam menjual properti di masa pandemik seperti ini?

    Reply

Compare listings

Compare
Mulai chat
1
Hai, Bisa kami bantu?
Hai, bisa kami bantu ?